My journey – It is life indeed

Latest

Thinking About Ethics

Tema saya hari adalah etika. Intinya banyak orang yang mengenal saya dan juga yang tidak mengenal saya mengira saya adalah orang yang tradisionalis. Well it’s not absolutely wrong actually, since i admitted that a part of my thought was built based on traditions. Namun bukan itu masalah utama dalam bahasan saya sekarang. Hari ini saya mengalami perang konsep antara free thinking dan kendali etika dalam hidup manusia sebagai makhluk sosial. Namun pada prinsipnya adalah perdebatan antara perlu atau tidaknya etika untuk mengendalikan pola perilaku manusia dalam berinteraksi antar sesamanya.

Apa yang membedakan manusia dengan hewan? Ada 2 hal yakni akal, dan jangan lupakan 1 hal lagi yakni budi. Etika adalah produk dari akal dan budi. Eyang saya sering berkata, “jaman sekarang, orang pinter banyak, tapi orang yg mengerti sudah sangat langka.” Setiap eyang ngomong kayak begitu, sebenarnya saya panas. That is her judgement to me that I’m a human with no empathy.

Namun sebenernya itu kuncinya. Misalnya ketika saya panas denger eyang ngomong kayak gitu, saya spontan membantah dengan nada tinggi. Saya pun melanggar etika. Read the rest of this page »

My List: 10 Most Inspiring Film Directors

Ceritanya saya sedang mendaftar 10 sutradara film yang saya kagumi. Dari sekian banyak film yang sangat saya suka, ada beberapa judul film yang ternyata berasal dari seorang sutradara yang sama. Hal ini menunjukkan ciri khas masing-masing sutradara tersebut, yang mana kalo denger kata pengamat film, sutradara yang baik adalah sutradara yang mampu menciptakan dunianya sendiri di filmnya, berdasarkan imajinasi bercerita dan visualnya.

Nah, setelah saya telusuri, dari sekian banyak film yang saya suka itu, film-film dari sutradara pada daftar yang saya buat ini mendominasi film-film favorit saya. Setelah banyak belajar dan mengeksplorasi film-filmnya, saya menyadari bahwa 10 nama dalam daftar inilah yang menginspirasi saya untuk membuat film sebaik mereka (mimpi lhooo, nggak ada yang ngelarang kan?). Berikut daftarnya (disusun acak).

1. Martin Scorsese (US) “A Hollywood Epic Visual Teller”

Film-film terkenal yang pernah ditelurkan oleh salah satu American Most-Acclaimed Director ini antara lain Shutter Island, The Departed, The Aviator, Gangs of New York, Godfellas, dan Taxi Driver. Lima judul yang terakhir saya sebutkan bahkan berjaya di Academy Awards. 6 kali dinominasikan Oscar untuk sutradara terbaik, akhirnya pada tahun 2006, Scorsese mendapatkan Oscar untuk film The Departed. Bahkan The Departed juga mendapatkan Oscar untuk kategori film terbaik. Scorsese terkenal sangat sering mengcasting Leonardo Dicaprio dan Daniel Day Lewis untuk film-film yang ia garap. Bagi saya, Gangs of New York adalah salah satu film paling menakjubkan yang pernah dibuat orang sepanjang masa. Mungkin ada yang tidak setuju dengan pernyataan saya? :)

My favorite film from his direction: Gangs of New York, Kundun, Taxi Driver, The Departed.

2. Nia Dinata (Indonesia) “A Social Issue Campaigner” Read the rest of this page »

It All Ends on Harry Potter and The Deathly Hallows Part 2

Pertanyaannya adalah, mengapa saya memasang poster Harry Potter versi Professor Snape, di samping, alih-alih poster generik filmnya? Alasannya sederhana, saya hanya ingin mengapresiasi plot cerita dan adegan Professor Snape yang ternyata merupakan kunci dari seluruh plot cerita Harry Potter. Bagi yang telah membaca bukunya, pasti tahu benar plot yang saya maksud ini. Plot ini membuat cerita Harry Potter menjadi lebih dari sekadar cerita fantasi yang bumbu humanisnya hanya dipenuhi oleh nilai-nilai klasik persahabatan. Plot ini melengkapi seluruh nilai humanisme yang terkandung di seri cerita Harry Potter: Love and Loyalty.

As we know, “Love/Romance is the best part in every story“. Dan tragisnya, kisah cinta yang paling menggigit dan menyentuh dalam kisah Harry Potter ini ternyata terkandung dalam plot cerita Professor Snape. Pengadeganan pada filmnya pun saya anggap sempurna, diperkuat dengan banyaknya penonton yang suddenly menghirup ingusnya tanda terharu di dalam bioskop pada saat adegan Pensieve memori Professor Snape. Read the rest of this page »

Indonesia on TVC

Ah, I love Indonesia. Really, I do. Tercermin dari TV Commercials (TVC) favorit saya yang baru saya sadari ternyata memiliki benang merah yang sama. Saya noticed ada 4 TVC yang membuat saya ternganga dan terkagum-kagum saking impresifnya. Keempat iklan ini menampilkan keindahan alam dan kekayaan budaya Indonesia. Selain menyajikan Indonesia, keempat TVC ini memiliki kesamaan lainnya. Keempatnya merupakan TVC produk rokok. Mari kita bahas satu persatu.

I Love The Blue of Indonesia

TVC ini merupakan iklan produk rokok Bentoel yang pernah berjaya di tahun 1990-an. Saat itu saya masih berusia 6 tahun, ketika pertama kalinya dalam hidup saya, saya sangat menikmati tayangan iklan di TV. Sedikit bangga, sejak umur 6 tahun saya sudah menyadari bahwa jiwa nasionalisme saya sudah terpupuk. :D

Seperti judulnya, TVC Bentoel ini mengusung tema birunya Indonesia. Kampanye ini mungkin dimaksudkan untuk Read the rest of this page »

Taipei Exchange – Exchange Things to Fulfill Dreams

What are you willing to give up for exchange to fulfill your dreams?

Sepenggal storyline dari film karya filmmaker asal Taiwan, Ya-chuan Hsiao, membuat saya tertarik untuk menonton film ini. Saya tenggelam sesaat untuk mencerna makna dari kalimat tersebut. Lalu saya berfikir bahwa benar adanya, kalau kita ingin meraih mimpi kita, kita harus menukarnya dengan sesuatu milik kita. Kalimat storyline di atas menegaskan bukan apa yang harus ditukarkan, tapi seberapa berharga hal milik kita tersebut untuk ditukarkan, agar kita bisa meraih apa yang menjadi impian kita. Read the rest of this page »

Bismillahirrahmanirrahim

“Dengan menyebut nama Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang”

Mungkin saya tidak melalui tahun 2010 dengan baik. Banyak kesalahan-kesalahan yang saya lakukan selama satu tahun ini. Berbagai peristiwa pun telah mewarnai perjalanan saya selama 2010. Ada suka, duka, nikmat, derita, semua menjadi satu. Banyak air mata yang mengalir. Perjalanan mengulang, pertengkaran, rekonsiliasi, perpisahan, ditinggalkan, bersatu kembali, meninggalkan, memisahkan, mendapatkan… Atau mungkin saya yang kurang mensyukuri apa saja yang telah saya dapati selama ini.

Namun satu hal yang pasti. Saya tidak memulai 2010 dengan membaca Basmallah. Untuk itu saya tidak akan mengulang lagi kesalahan yang sama di tahun 2011. Saya akan memulai membaca Basmallah sejak sekarang. Supaya di tahun 2011, semua akan berjalan lancar. Apa yang saya cita-citakan mudah-mudahan akan terwujud. Namun terutama, membantu mewujudkan cita-cita banyak orang adalah prioritas. All is well.. Semua akan berjalan baik di tahun 2011. Insya Allah. Mari kita mulai dengan optimisme yang tinggi dan ucapkan Bismillahirrahmnirrahim. :)

Shoes

That white. That big. That striped. That motivated. Shoes. I do not know it is mine or not. But it is shoes. Is it a sign? An insanity made by a pair of shoes. Where God Left His Shoes? It is a film title. In Her Shoes. It is also. But, what kind of shoes of mine? I am flummoxed. I am doubt of it. I don’t know. But still, it is that shoes. Oh shoes.. Motivation keeper.

Malas Patah Hati, Sahabat!

“Dunia tidak selebar daun kelor, Boy!” Begitulah kalimat terbaik yang dapat dilontarkan Jon untuk menyemangati Adrian, sahabatnya.

Adrian tampak sangat lesu berbaring di sofa living room apartemen Jon. Sementara itu Jon sedang memeriksa kiriman paket dari luar negeri yang ternyata adalah DVD-DVD Blueray original edisi Internasional yang ia pesan dan beli dari Amazon. Jon tampak sumringah merasa puas dengan isi paket tersebut. Lalu ia duduk di salah satu sofa lainnya, mengambil cokelat panas yang tadi ia letakkan pada meja kecil di samping sofanya. Ia lalu menyeruput minuman cokelat panasnya sedikit-sedikit. Read the rest of this page »

Gamang

Mau kau berlari? Lari saja!
Mau kau kembali? Maaf kau tak bisa!
Matahari saja jalan dari timur ke barat.
Tak pernah ia mundur sebaliknya.
Kenapa tak yakin dengan jalan kau pilih?
Dan kenapa itu jadi virus menulariku?

Ah, aku sama gamangnya.
Mengejar anjing, malah dikejarnya.
Meniup rumput hingga menjauh,
malah ia menamparku balik.
Aku seperti pengemis kekuatan,
tapi kelemahan hanya kudapat.

Mungkin gunung tak sekokoh yang kulihat.
Mungkin laut tak seluas yang kuimajikan.
Andai itu benar-benar,
mungkin aku masih terhanyut dalam arus mimpi.
Mimpi yang tak berujung, namun tak terang.
Ah, aku benar-benar gamang.

Gamang.
Aku gamang, tapi kau yang menginfeksinya.
Racun tersakti pun tak sedahsyat ini.
Ilusi bayang-bayang tak pula sesemu ini.
Maling pun tak ada yang mencuri mimpi.
Tapi kau hanya bolak-balik, bolak-balik saja.

Gasing, walau bolak-balik, arahnya konstan.
Gerak semu matahari juga demikian.
Monyet pun tak mampu mengatung mundur.
Konstan, konstan, tak berkebalikan.
Tapi beda dengan kau, sungguh beda.
Kau Gamang. Aku pun Gamang.

-danpram13

Top 20 Movies in 2009

In the previous post, I had published a posting about Flop 20 Movies in 2009, based on my only opinions and experiences while i watched them. Now, here is a list of Top 20 Movies I watched along 2009. Those movies was so special and gave me some excitements, educations, messages, and many positive things that maybe influenced me at once, one way or another. This year (2009), there are some good movies to watch. But a few of them are really special. And here’s the list. (The #01 is the best movie of the year)

20. G.I. Joe: The Rise of Cobra

(IMDb’s User Rating: 5,8)

The plot development of this film is incredible. Amazing when you were made thrilled and excited at once along the show while you were watching it. And this movie can make you be that way. That’s what I enjoy when I watch G.I. Joe The Rise of Cobra. Read the rest of this page »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 79 other followers