Tema saya hari a
dalah etika. Intinya banyak orang yang mengenal saya dan juga yang tidak mengenal saya mengira saya adalah orang yang tradisionalis. Well it’s not absolutely wrong actually, since i admitted that a part of my thought was built based on traditions. Namun bukan itu masalah utama dalam bahasan saya sekarang. Hari ini saya mengalami perang konsep antara free thinking dan kendali etika dalam hidup manusia sebagai makhluk sosial. Namun pada prinsipnya adalah perdebatan antara perlu atau tidaknya etika untuk mengendalikan pola perilaku manusia dalam berinteraksi antar sesamanya.
Apa yang membedakan manusia dengan hewan? Ada 2 hal yakni akal, dan jangan lupakan 1 hal lagi yakni budi. Etika adalah produk dari akal dan budi. Eyang saya sering berkata, “jaman sekarang, orang pinter banyak, tapi orang yg mengerti sudah sangat langka.” Setiap eyang ngomong kayak begitu, sebenarnya saya panas. That is her judgement to me that I’m a human with no empathy.
Namun sebenernya itu kuncinya. Misalnya ketika saya panas denger eyang ngomong kayak gitu, saya spontan membantah dengan nada tinggi. Saya pun melanggar etika. Read the rest of this page »
Film-film terkenal yang pernah ditelurkan oleh salah satu American Most-Acclaimed Director ini antara lain Shutter Island, The Departed, The Aviator, Gangs of New York, Godfellas, dan Taxi Driver. Lima judul yang terakhir saya sebutkan bahkan berjaya di Academy Awards. 6 kali dinominasikan Oscar untuk sutradara terbaik, akhirnya pada tahun 2006, Scorsese mendapatkan Oscar untuk film The Departed. Bahkan The Departed juga mendapatkan Oscar untuk kategori film terbaik. Scorsese terkenal sangat sering mengcasting Leonardo Dicaprio dan Daniel Day Lewis untuk film-film yang ia garap. Bagi saya, Gangs of New York adalah salah satu film paling menakjubkan yang pernah dibuat orang sepanjang masa. Mungkin ada yang tidak setuju dengan pernyataan saya?
Pertanyaannya adalah, mengapa saya memasang poster Harry Potter versi Professor Snape, di samping, alih-alih poster generik filmnya? Alasannya sederhana, saya hanya ingin mengapresiasi plot cerita dan adegan Professor Snape yang ternyata merupakan kunci dari seluruh plot cerita Harry Potter. Bagi yang telah membaca bukunya, pasti tahu benar plot yang saya maksud ini. Plot ini membuat cerita Harry Potter menjadi lebih dari sekadar cerita fantasi yang bumbu humanisnya hanya dipenuhi oleh nilai-nilai klasik persahabatan. Plot ini melengkapi seluruh nilai humanisme yang terkandung di seri cerita Harry Potter: Love and Loyalty.
“What are you willing to give up for exchange to fulfill your dreams?“
“Dengan menyebut nama Allah, yang maha pengasih lagi maha penyayang”
“Dunia tidak selebar daun kelor, Boy!” Begitulah kalimat terbaik yang dapat dilontarkan Jon untuk menyemangati Adrian, sahabatnya.
Recent Comments